Pages

Tuesday, April 19, 2016

BRAJAMUSTI JOGJA


"Brojomusti Gaya Jogja Menembus Cakrawala"
Bertahan untuk tak surut hingga dalam rasa dan angan terkuak, semua perlahan namun pasti mulai menemukan keasyikan, keindahan dengan segala problematika. Menjadi momen awal untuk belajar dan menghargai karya, corak, langgam, dan gaya yang berbeda dengan gaya surakarta. 
Tinatah dening : Adimas Wawan Haryanto
Karya : Sanggar Wayang Kulit Kayon, Bambang Riyadi
"layak dinikmati pantas dimiliki"

Monday, March 9, 2015

MACAM-MACAM BENTUK PAHATAN DALAM MEMBUAT WAYANG


MACAM-MACAM BENTUK PAHATAN
DALAM MEMBUAT WAYANG

Bentuk pahatan terdiri dari berbagai macam diantaranya :

  1. Bentuk tratasan terdiri dari:
a)      Tratasan biasa
b)      Tratasan bubuk
c)      Trentenan
  1. bentuk bubukan
a)      Bubukan biasa
b)      Bubukan iring  
c)      Bubukan manis
3.      Bentuk kukon
a)      Kukon biasa
b)      Kukon pancasan
4.      Bentuk mas-masan
a)      Mas-masan biasa
b)      Mas-masan panjang
c)      Mas-masan tegak
d)      Mas-masan tegak panjang
5.      Bentuk intan-intanan
a)      Tunggal
b)      Ganda berderet
c)      Melingkar
6.      Bentuk jarotan
a)      Jaroyan biasa
b)      Jarotan berganda
c)      Jarotan srunen
7.      Bentuk seritan
a)      Seritan biasa
b)      Seritan blebegan
c)      Seritan keongan
8.      Bentuk pipilan
a)      Pipilan kedalam
b)      Pipilan keluar
9.      Bentuk patran
a)      Patran buntet atau tak berlubang
b)      Patran berlubang 

Saturday, January 24, 2015

PROSES PENGOLAHAN KULIT YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT WAYANG


proses pengolahan kulit yang digunakan untuk membuat wayang
Sebelum kita mulai menatah dengan menggunakan kulit terlebih dulu kita ketahui bagai mana cara proses pengolahan kulit.
            Proses pengolahan kulit ini sangat menentukan sekali untuk pembuat wayang serta barang-barang kerajinan lain (souvenir). Seperti halnya kipas, gantungan kunci, mascot dan lain sebagainya .
Adapun proses pengolahan kulit sebagai berikut :
1)      Kulit harus direndam dahulu selama 24 jam, lalu dipentang pada gawangan, hanya sebelumnya harus sudah menyiapkan gawangan (rentangan) terlebih dahulu. Yang lebarnya melebihi kulit yang akan dipentang. Serta menyiapkan tali yang digunakan untuk mementang .
2)      Kemudian dibagian tepi kulit dilubangi lalu direntangkan pada gawang tersebut dengan tali pengikat sampai kulit menjadi lurus dan kencang, kemudian dijemur sanmpai kering.
3)      Setelah kulit kering kemudian mulai dikerok, baik dari tempat daging maupun tempat bulu sampai tipis menurut kebutuhan.

 
 

Gambar pementangan kulit
           
                                                Gambar 14.
Alat yang dugunakan untuk mengerok kulit adalah alat yang cukup sederhana yaitu petel atau kampak, batu pengasah, ember ( tempat menaruh air). Petél yang akan digunakan diasah terlebih dahulu sampai tajam, kemudian digarukkan secara bolak balik sampai tipis kurang lebih 2 mm, usakan posisi kapak lurus jangan sampai condong.

berikut gambar cara memegang petel:
            Gambar 15.
Apabila kulit telah halus dan tebal tipis kulit cukup untuk membuat wayang, kemudian dibasahi dengan air lalu dijemur lagi, setelah kering baru dapat dilepas dari gawang. Pekerjaan sempurna apabila kulit tampak putih mengkilap seperti kaca, ini disebut kulit telah masak.

Saturday, November 15, 2014

MEMBUAT DESAIN DALAM PROSES PEMBUATAN WAYANG KULIT


MEMBUAT DESAIN 
DALAM PROSES PEMBUATAN WAYANG KULIT

Sebelum memulai menatah terlebih dulu kita membuat desain. Didalam membuat desain kita harus mengenal cara mbabon/ngeblat.
Mbabon adalah: meletakkan pola yang telah jadi pada bidang yang dipola kemudian di gores dengan jarum.
Macam-macam cara ngeblat antara lain:
1.      Ngeblat dengan gambar/pola
Ambil saja kulit bening yang akan di tatah, letakan gambar/pola yang akan diblat di bawah kulit, berilah tindih agar tidak mudah bergerak. Gambar/pola akan terlihat jelas dari atas, setelah itu kita tinggal menggores kulit bagian atas dengan alat yang runcing/jarum. Apabila yang diblat berbentuk wayang, maka gores saja garis yang pokok yaitu garis bidang badan dan bidang perhiasan.
2.      Ngeblat gambar/pola dengan karbon
Ngeblat dengan menggunakan karbon akan lebih cepat dan tepat dari pada kita langsung membuat gambar sendiri (mengarang) akan tetapi karena barang yang di blat masih perlu mendapatkan perbaikan, maka hasilnya dapat dirubah sesuai yang di inginkan, apabila sudah betul barulah memulai mahat.Adapun ngeblat dengan enggunakan karbon yaitu:
Ambil saja kulit bening yang akan di tatah, kemudian letakan karbon di atas kulit lalu taruh pola yang sudah jadi diatas karbon lalu gores dengan menggunakan pensil. Selain ngeblat dengan gambar dan ngeblat dengan karbon bias juga dilakukan dengan cara mengganbar secara langsung akan tetapi dengan cara ini akan lebih sulit dan biasanya hanya di gunakan oleh yang ahli. Karena membuat desain adalah membuat bemtuk motif yang sesuai dengan kehendak penatah.
gb. Membuat pola 

Wednesday, September 10, 2014

ARIMBA


ARIMBA atau Hidimba (Mahabarata) adalah putra sulung Prabu Trembaka/Arimbaka, raja raksasa negara Pringgandani dengan Dewi Hadimba. Ia mempunyai tujuh orang adik kandung masing-masing bernama ; Dewi Arimbi/Hidimbi, Brajamusti, Prabakesa, Brajalamatan, Brajawikalpa, Brajadenta, dan Kalabendana.
Arimba naik tahta kerajaan Pringgandani menggantikan kedudukan ayahnya, Prabu Trembaka yang meninggal terbunuh oleh Prabu Pandu. Prabu Arimba menikah dengan Dewi Rumbini, dan mempunyai seorang putra bernama Arimbaji.
Prabu Arimba tewas dalam perang tanding melawan Bima. Peristiwanya terjadi ketika keluarga Pandawa hidup di hutan setelah selamat dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh keluarga Kurawa dalam kisah Rumah Damar di hutan Wanayasa (kisah Balai Sigala-gala)