Pages

Thursday, July 17, 2014

BAHAN MEMBUAT WAYANG KULIT

BAHAN MEMBUAT WAYANG KULIT
Sesuai dengan kebutuhan dalam praktek ketrampilan seni kerajinan tatah sungging memerlukan bahan yang berlaku diantaranya :
1.      Kertas / Kardus
Pada umumnya kertas yang digunakan yaitu kertas marga. Kertas marga ini digunakan untuk latihan menatah tahap awal. Biasanya untuk membuat wayang sederhana dan pahatannyapun tidak begitu rumit,antara lain untuk membuat pola – pola sederhana seperti bentuk kipas, gantungan kunci, mascot dan lain sebagainya.
2.      Kulit
Kulit merupakan bahan baku untuk menatah adapun kulit yang baik digunakan untuk menatah antara lain :
a         Kulit kambing biasanya digunakan untuk hiasan dinding.
b        Kulit sapi digunakan untuk souvenir serta membuat wayang kulit.
c         Kulit kerbau,kulit kerbau inilah yang sangat baik digunakan untuk membuat wayang karena mutunya sangat baik.

Proses Pengolahan Kulit
      Proses pengolahan kulit ini sanagat menentukan sekali untuk pembuat wayang serta barang-barang kerajinan lain (souvenir). Seperti halnya kipas, gantungan kunci, mascot dan lain sebagainya .
Adapun proses pengolahan kulit sebagai berikut :
1)      Kulit harus direndam dahulu selama 24 jam, lalu dipentang pada gawangan, hanya sebelumnya harus sudah menyiapkan gawangan (rentangan) terlebih dahulu. Yang lebarnya melebihi kulit yang akan dipentang. Serta menyiapkan tali yang digunakan untuk mementang .
2)      Kemudian dibagian tepi kulit dilubangi lalu direntangkan pada gawang tersebut dengan tali pengikat sampai kulit menjadi lurus dan kencang, kemudian dijemur sanmpai kering.
3)      Setelah kulit kering kemudian mulai dikerok, baik dari tempat daging maupun tempat bulu sampai tipis menurut kebutuhan.
Alat yang dugunakan untuk mengerok kulit adalah alat yang cukup sederhana yaitu petel atau kampak. Petél yang akan digunakan diasah terlebih dahulu sampai tajam, kemudian digarukkan secara bolak balik samapai tipis kurang lebih 2 mm, usakan posisi kapak lurus jangan sampai condong.

Apabila kulit telah halus dan tebal tipis kulit cukup untuk membuat wayang, kemudian dibasahi dengan air lalu dijemur lagi, setelah kering baru dapat dilepas dari gawang. Pekerjaan sempurna apabila kulit tampak putih mengkilap seperti kaca, ini disebut kulit telah masak.

Friday, July 11, 2014

ALAT UNTUK MEMBUAT WAYANG KULIT

ALAT UNTUK MEMBUAT WAYANG KULIT

Dalam kegiatan seni tatah sungging diperlukan alat-alat seperti berikut:
1.      Pandukan
   Pandukan adalah alat yang digunakan sebagai alas untuk memahat, pandukan pada umumnya dibuat darri kayu sawo, kayu ketos, kayu trengguli, yang sudah kering yang di potong dan dihaluskan.

2.      Tindhih
Disebut tindhih karena alat ini berfungsi untuk menekan (menindihi: jawa) kulit yang dipahat agar tidak bergeser. Berat tindhih kurang lebih 0,5 sampai 3 kg, tergantung besar kecilnya wayang akan di pahat. Tindhih yang dipilih harus bersih dari karat agar tidak mengotori kulit.
3.      Gandhen atau palu
Gandhen atau palu terbuat dari kayu yang berfungsi sebagai alat pemukul pahat pada saat memahat. Gandhen yang terlalu berat akan menyebabkan tangan pemahat akan cepat lelah, maka si pemahat harus bias menaksir sendiri beratnya.
Cara memegang gandhen atau palu adalah : tangan kanan, ibu jari, jari manis, jari tengah dan jari kelingking memegang tangkai gandhen,sedangkan jari telunjuk menumpu pada kepala gandhen untuk menjaga agar pemukulan gandhen tidak meleset.
4.      Malam
Malam berfungsi sebagai pelicin pahat agar mudah dicabut dari kulit. Malam biasanya ditempelkan pada kepala gandhen atau palu.sebagai pengganti malam dapat juga menggunakan sabun dan lilin.
5.      Tatah
Pahat atau tatah pada dasarnya ada dua macam yaitu pahat lurus dan pahat melengkung, hanya saja ukuran yang di buat bermacam-macam dari ukuran terkecil sampai ukuran terbesar. Pahat jumlah lengkapnya ada 14 macam terbagi dalam dua bagian yaitu tatah penguku dan tatah lantas atau tratasan.
Pahat penguku ada 10 macam yaitu:
a)      Bubukan (no.1)                            f) Gedawungan (no.6)
b)      Bubuk iring (no.2)                       g) Gubahan (no.7)
c)      Begal pipihan (no.3)                    h) Gubahan besar (no.8)
d)      Intan-intan (no.4)                         i) Pangrembo (no.9)
e)      Emas-emasan (no.5)                    j) Kuku bedahan (no.10)
Pahat lantas/tratasan ada 4 macam yaitu:
a)      Unton-unton (no.11)
b)      Bedahan (no.12)
c)      Trentenan (no.13)
d)      Tratasan (no.14)
6.      Ungkal

Ungkal berfungsi untuk mengasah tatah atau pahat .tatah yang berpucuk tajam diasah pada ungkal yang rata, sedangkan tatah yang lain diasah pada ungkal yang cekung atau cembung sesuai dengan bentuk tatahannya.

Wednesday, July 9, 2014

SENI TATAH SUNGGING

Pengertian Seni Tatah Sungging
            Seni tatah sungging merupakan perpaduan dari menatah dan menyungging, yang pada umumnya dibuat dengan pola stilasi yang disertai pemberian warna pada pola tersebut.
            Seni merupakan karya manusia yang diciptakan dan dilandasi oleh kemahiran untuk menciptakan keindahan. Sedangkan menatah adalah membuat pola tembus atau berlubang. Pada umumnya pola tembus dan berlubang menghasilkan pola stilasi atau gubahan dari tumbuhan yaitu ranting, daun, bunga, buah dan lain-lain.
            Istilah menyungging atau sungging adalah memberi warna pada pola pahatan. Kata sungging mempunyai arti meninggikan atau meningkatkan benda atau barang menjadi indah. Sehingga pengertian seni tatah sungging adalah suatu kegiatan aktivitas yang dimulai dari pembuatan pola yang berbentuk stilasi sampai dengan penerapan warna pada pola pahatan atau tatahan tersebut sehingga menghasilkan karya seni yang di ciptakan dan di landasi oleh kemahiran untuk menciptakan keindahan.

Thursday, May 8, 2014

WAYANG KULIT PART 1

DAFTAR WAYANG KULIT


1.                    1.      WERKUDARA
Werkudara yang bertubuh besar ini memiliki perwatakan berani, tegas, berpendirian kuat, teguh iman. Selama hidupnya Werkudara tidak pernah berbicara halus kepada siapapun termasuk kepada orang tua, dewa, dan gurunya, kecuali kepada Dewa Ruci, dewanya yang sejati, ia berbicara halus dan mau menyembah.
Selama hidupnya Werkudara berguru pada Resi Durna untuk olah batin dan keprajuritan, Begawan Krepa, dan Prabu Baladewa untuk ketangkasan menggunakan gada. Dalam berguru Werkudara selalu menjadi saingan utama bagi saudara sepupunya yang juga sulung dari Kurawa yaitu Duryudana.
Selain Gatotkaca dan Antareja, Werkudara juga mamiliki putra yang ahli perang dalam air yaitu Antasena, Putra Bima dengan Dewi Urangayu, putri dari Hyang Mintuna, dewa penguasa air tawar.

2.      Arjuna
Dia terkenal ksatria tampan rupawan sakti mandraguna punya segudang ilmu. Sebagai Maha perwira ia tidak saja menjunjung tinggi apa arti kewibaan bagi hidup manusia, tetapi juga memproses alam pikirannya untuk menjangkau sasaran akhir hayatnya dengan jalan gemar beribadat (tapa), agar kelak mendapat kemuliaan akhirat. Sementara dalam hal menggunakan senjata, orang ketiga keturunan Pandu ini sulit tandingannya. Kesemua ilmu itu diperoleh ketika menjadi mahasiswa jurusan ilmu perang di bawah asuhan Resi Dorna sebagai dosennya. Sedang di pemerintahan ia menjabat sebagai Adipati Madukara. Istri yang tetap adalah Sumbadra dan Srikandi.
Sebagai tokoh teladan apa yang dilakukan berdasarkan dermanya seorang ksatria. Luhur budinnya rendah hatinya, tetapi pantang mundur menghadapi kesulitan. Meonolong orang yang sedang kesulitan merupakan kewajiban utama baginya, tanpa memandang siapa orangnya dan dari golongan mana. Karena itu tidak mengherankan apabila ia sering pula di sengsarakan kaum Kurawa. Tapi semua itu diterima dengan kebesaran jiwa tanpa ada rasa dendam.
Wajah tampan yang dimiliki seolah menjadi modal hingga banyak digandrunggi putri-putri jelita, tetapi pantang memanfaatkan kesempatan untuk melayaninya. Keteguhan imannya terlalu kokoh dilanggar perbuatan yang asusila. Keutamaan lain jika ia berbuat salah tak segan menyerahkan diri untuk mendapat hukuman atau bahkan menghukung dirinya sendiri. Itulah kepribadian yang menonjol hingga patut mendapat gelar sebagai tokoh Teladan Jaya dalam susila.

4.      Abimanyu
Abimanyu adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata. Ia adalah putra Arjuna dan Subadra. Dalam wiracarita Mahabharata, ditetapkan bahwa Abimanyulah yang akan meneruskan Yudistira sebagai pewaris takhta. Riwayatnya dituturkan sebagai pahlawan yang tragis. Ia gugur dalam pertempuran besar di Kurukshetra sebagai salah satu kesatria termuda dari pihak Pandawa, karena baru berusia enam belas tahun. Abimanyu menikah dengan Utara, putri Raja Wirata dan memiliki seorang putra bernama Parikesit, yang lahir tak lama setelah ia gugur.
Abimanyu merupakan ksatria yang gagah berani dan ganas. Karena dianggap setara dengan kemampuan ayahnya. Ia dipuji karena keberaniannya dan memiliki rasa setia yang tinggi terhadap ayah, paman, dan sekutunya.

5.      Hanoman
Anoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman.

6.      Sembadra
Sembadra (dalam tradisi pewayangan Jawa) merupakan salah satu tokoh utama dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan putri Prabu Basudewa, raja di Kerajaan Surasena.
Ia terkenal dalam budaya pewayangan Jawa sebagai seorang putri anggun, lembut, tenang, setia dan patuh pada suaminya. Ia merupakan sosok ideal priyayi putri Jawa. Sewaktu kecil ia bernama Rara Ireng. Subadra mempunyai dua orang kakak yaitu Kakrasana yang kemudian menjadi raja di Mathura dengan gelar Prabu Baladewa dan Narayana yang kemudian menjadi raja di Dwaraka dengan gelar Prabu Sri Batara Kresna. Subadra menikah dengan salah satu anggota Pandawa yakni Arjuna. Subadra merupakan ibu Abimanyu yang kemudian menurunkan Prabu Parikesit.

7.      Setyaki
Raden Setyaki putera Prabu Setyajid di Lesanpura, ia juga bernama Wresniwira karena merupakan putra Dewi Wresni, dan disebut juga kesatria Lesanpura. Walaupun Setyaki adalah putra mahkota yang akan menggantikan ayahandanya untuk memerintah di Lesanpura, tetapi ia memilih untuk pergi meninggalkan negerinya dan mengikuti iparnya, Prabu Kresna di Dwarawati, yang merupakan seorang titisan Betara Wisnu.
Di negeri Dwarawati Setyaki dianggap sebagai pahlawan, dan karena kesaktiannya, ia mendapat julukan Bimakunting, artinya Sang Bima (Bratasena) yang kerdil.Dalam perang Baratayuhda, Setyaki membinasakan banyak musuh dengan senjata, gadanya. Setyaki lanjut usianya hingga setelah perang Baratayudha.

8.      Adipati Karna
Karna merupakan tokoh antagonis penting dalam wiracarita Mahabharata. Ia menjadi pendukung utama pihak Korawa dalam perang besar melawan Pandawa. Padahal sesungguhnya, Karna merupakan kakak tertua dari tiga di antara lima Pandawa (Yudistira, Bimasena, dan Arjuna). Dalam bagian akhir perang besar tersebut, Karna diangkat sebagai panglima pihak Korawa, di mana ia akhirnya gugur di tangan Arjuna.
Karna merupakan sosok pahlawan yang memiliki sifat-sifat kompleks. Meskipun berada di pihak antagonis, namun ia terkenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesatria. Sifatnya angkuh, sombong, suka membanggakan diri, namun juga seorang dermawan yang murah hati kepada siapa saja, terutama fakir miskin dan kaum brahmana. Kesaktiannya yang luar biasa membuat namanya terkenal sepanjang masa dan disebut dengan penuh penghormatan.

9.      Gathotkaca
Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau WrekUdara dari keluarga Pandawa. Ibunya bernama Hidimbi (Harimbi), berasal dari bangsa rakshasa. Gatotkaca dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa. Dalam perang besar di Kurukshetra, ia menewaskan banyak sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna.

Di Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam pewayangan Jawa, ia dikenal dengan sebutan Gatutkaca. Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan "otot kawat tulang besi".

BY. BAMBANG RIYADI

Monday, April 21, 2014

BIMA / WERKUDARA


BIMA 

Bima dengan nama kecilnya Sena. Bima merupakan putra kedua Pandu dengan Dewi Kunti. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Bima sangat kuat, lengannya panjang, tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Pandai memainkan senjata gada. Senjata gadanya bernama Rujakpala. Bima juga dijuluki Werkudara. Dalam pewayangan Jawa, Bima memiliki anak yaitu Gatotkaca, Antareja dan Antasena.

Karakter : Bima memililki sifat dan perwatakan; gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur.

Ia juga memiliki sifat kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya   hatinya lembut,  setia pada satu sikap, tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.